Memilih Donga Pangestu daripada Laptop


Oleh :

Imam Priyono Walikota Jogja 2017

Ada perasaan bungah, saat mendengar berbincang ringan dengan seorang pelajar dari keluarga pemegang status Keluarga Menuji Sejahtera (KMS). Dia memiliki prestasi hebat di sekolah. Anak itu menempati ranking lumayan tinggi di kelasnya, di sebuah sekolah menengah atas negeri yang sering dicap sebagai sekolah favorit.
Bungah karena tentu tidak mudah bagi anak itu untuk mampu bertahan dalam persaingan yang begitu ketat di kelas. Dia harus bersaing dengan teman-temannya, yang secara kemampuan ekonomi keluarga lebih baik. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, ada anyak pelajar yang bersekolah dengan bekal jalur KMS, putus ditengah jalan. Program pelajar KMS merupakan kebjakan Pemkot Jogja yang intinya memberikan ruang kepada pelajar dari keluarga menuju sejahtera untuk bersekolah di sekolah negeri.
Tapi, nyatanya banyak di antara mereka yang tidak menuntaskan sekolahnya. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi. Tapi, secara garis besar, salah satunya adalah kemampuan ekonomi keluarga yang tidak mendukung dalam pengembangan diri si anak. Jadilah, mereka merasa minder dengan teman-teman yang lain.
“Sebagian besar teman di kelas punya laptop. Saya termasuk yeng tidak punya. Tapi, tidak apa-apa. Yang penting tetap sinau.” Begitu kata pelajar hebat itu kepada saya pada suatu waktu.
Ngelus dada. Saya benar-benar ngelus dada mendengar cerita dari pelajar hebat itu.
Dia tetap teteg. Tetapi belajar dengan telaten. Tekun menyerap ilmu di sekolah. Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan prestasi akademik, dia lakukan. Termasuk meminjam laptop kepada teman untuk mengerjakan tugas.
Dia tidak menyerah dengan keadaan. Dan, lebih penting lagi, dia tidak minder meski harus bersaing dengan teman-teman yang secara kemampuan ekonomi keluarga lebih baik.
Secara spontan, muncul keinginan kuat dalam hati saya untuk mendampingi tau menemani pelajar-pelajar pemegang kartu KMS. Mereka butuh ditemani agar terus melanjutkan pendidikannya. Jangan sampai mereka minder, merasa tak mampu bersaing dan akhirnya memutuskan untuk mandeg sekolah atau pindah ke sekolah lain.
Semangat untuk terus sinau, wajib terus dikobarkan. Harus ters menyala. Mereka berhak mendapat pendidikan terbaik sebagaimana yang diperoleh pelajar lain.
Kesempatan yang ada, menembus sekolah negeri melalui jalur KMS, jangan disia-siakan. Kesempatan itu seyogianya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Wujudnya adalah belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Seperti kata pepatah, ilmu dapat mengubah dunia. Berpijak dari itu, peluang sebuah keluarga untuk memperbaiki level kehidupan akan semakin besar jika ada anggota keluarganya yang berimu tinggi. Dan pelajar pemegang kartu KMS itu merupakan salah satu harapan untuk memperbaiki level kehidupan keluarga masing-masing.
Saat hendak berpisah, pelajar hebat itu menyalami dan mencium punggung tangan saya. Jabat tangan terasa begitu kuat.
“Pak, kulo mboten nyuwun laptop. Kulo nyuwun donga pangestu.” Begitu kata pelajar hebat tersebut.
Bergetar hati saya mendengar ucapa pelajar hebat itu. Saya pegang kedua pundaknya. Tak sanggup saya mengucapkan apapun. Saya hanya tersenyum. Dia pun mengulas senyum, seolah tahu apa yang akan saya lakukan atas permintaanya tadi.
Iya, doa. Dia, dan pelajar lainnya, hanya membutuhkan doa. Hanya perlu donga pangestu. Tentunya, donga pengestu dari siapa saja. Doa dari Anda juga.
Bahkan, tak hanya berdoa untuk pelajar hebat itu. Doa yang sama juga untuk keberhasilan semua pelajar diJogjakarta. Untuk semua pelajar.
Tak ada hal lain yang bias dilakukan selain mendoakan yang terbaik demi keberhasilan para pelajar yang sedang menempuh pendidikan. Dijenjang apapun. Pertemuan dan perbincangan singkat dengan pelajar hebat dari jalur KMS itu semakin menyadarkan bahwa keberhasilan dalam belajar perlu dukungan dan perhatian semua pihak. Selain tekun, telaten, dan sungguh-sungguh dalam belajar, perlu doa tulus dari siapapun yang peduli dan mencintai dunia pendidikan. Apakah anda bersedia dan ikhlas berdoa demi keberhasilan semua pelajar yang kita cintai bersama?
Salam…
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment