Kreativitas Menembus Batas

Oleh: Imam Priyono

Ada banyak cara meraih sukses. Modal kreativitas yang dipadu kerja keras dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkannya. Ada banyak bukti mengenai hal itu. Dan, bukti itu ada di Kota Jogjakarta tercinta ini. Dalam sejumlah kesempatan blusukan ke kampung-kampung, saya sering menemukan warga yang mengelola usaha kreatif. Ada yang memproduksi stiker, sandal, makanan, atau kaos. Desainnya beraneka ragam. Bentuknya pun sangat bervariasi.
Sebagian besar pelaku usaha itu masih muda. Usia produktif.
"Modalipun namun nekad, Pak," kata seorang anak muda pemilik usaha kaos di sebuah kampung. Tentu saya paham ucapan itu disampaikan dengan niat bercanda.
Saya menanggapi ucapan pemuda itu dengan senyum saja. Tapi, saya yakin, modal nekad saja tidak akan cukup dan mampu untuk menjalankan usaha yang omzetnya puluhan juta setiap bulan.
Saya yakin, pemuda itu memberikan sentuhan kreatif pada kaos-kaos bikinannya. Sentuhan kreativitas, juga ditopang keuletan dan semangat, akhirnya berbuah sukses.
"Desainnya bagus-bagus. Sablonnya juga alus dan rapi," kata saya memuji. Itu bukan sekadar pujian. Tapi, benar-benar pujian karena produk kaos hasil karya pemuda itu memang sangat berkualitas. "Bisa dibeli di Malioboro?" tanya saya. Pemuda itu malah tertawa. Hanya tertawa kecil. Dia lalu menjelaskan bahwa produk kaosnya itu sangat terbatas. Terbatas! Kaos tidak diproduksi dalam jumlah banyak.  Kaos itu hanya dapat diperoleh dengan memesan khusus. Caranya melalui online. "Pasarnya sedunia. Asia, Eropa. Kalau ada pesanan dari Afrika pasti juga kita kirim ke sana," jawab dia. Diam-diam, saya kagum dengan pemuda itu. Bukan hanya kagum karena dia mampu mendapat penghasilan yang lebih dari cukup dengan usaha kaos itu.
Lebih dari itu, saya kagum bagaimana dia dapat memiliki begitu banyak ide untuk desain gambar di kaos-kaos produksinya. Idenya sungguh cemerlang. Ada desain tiga dimensi. Ada desain tribal yang sedap dipandang. Satu hal yang mengejutkan saya adalah bahwa ide dari desain-desain tersebut di peroleh di Kota Jogjakarta. "Ya idenya dari ngobrol dengan teman-teman di angkringan. Atau nongkrong-nongkrong. Pokoknya Jogja memberi banyak ide," kata dia.
Iya, saya sepakat. Kota Jogjakarta tercinta secara nyata telah memberikan inspirasi dalam kehidupan kita bersama. Sayang, tidak semua dari kita menyadari.
Saat pamit dengan pemuda itu, saya diberi sepotong kaos. Gambarnya menarik yakni ikon Kota Jogjakarta yang diberi sentuhan retro. "Matur nuwun," ucapa saya berterima kasih.
Kreativitas memang tidak bisa dibatasi. Tidak bisa dibendung. Kreativitas bisa menembus dunia sekali pun.
Saya yakin, Kota Jogjakarta akan terus dan selalu memberikan inspirasi dan ide untuk berkreasi. Dan, saya juga yakin di kota ini juga ada banyak orang-orang kreatif. Tentu, termasuk Anda.  Kreativitas Anda pun tiada batas.
Salam.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment